Sabtu, 08 Maret 2014

KEHIDUPAN SI COKLAT

Dahulu kala, di sebuah perkebunan, ada sebuah biji yang tergeletak di tanah, tiba-tiba biji itu bercahaya dan bergoncang hebat, beberapa detik setelah bergoncang bagian bawah biji tumbuh serabut akar, diikuti dengan batang dan juga daun, tumbuhlah menjadi pohon, yang terus-terus meninggi, membesar, dan berdaun lebat (NB: pohon ini lebih tinggi dan besar dari pohon toge)

Kebun yang dimiliki oleh seorang pekebun (sebut saja: Suklato, biasa disebut : Lato) kini ditumbuhi oleh spesies tanaman baru, saat Lato menelusuri kebun mangganya Lato kaget bukan main, bagaimana tidak? diantara pohon-pohon mangga yang lain, ada pohon mangga yang kecil dan pendek, daunya pun beda, Lato berfikir, apakah pohon ini kurang pupuk? tetapi tidak mungkin, karena ia rutin, akh dari pada harus pusing berfikir, lebih baik ia beri pupuk lagi saja dan akhirnya pohon itu berbuah tetapi buahnya berbeda, ia sangat bingung apa itu? istrinya pun ikut berfikir keras, lalu mereka menunggu sampai buah pohon itu terjatuh, warga desa itu pun geger dengan penemuan pohon itu.

tiba saat yang dinanti-nanti akhirnya buah itu jatuh, kepala desa yang pertama mencicipinya,
" WHUEKKKKK!!!!! rasanya pahit!!! saya yakin buah ini pasti membawa petaka, karena ia tumbuh dengan aneh dan raasa buahnya pun pahit walaupun sudah matang (jatuh)" lalu warga berebut ingin memotong pohon itu tapi Lato berkata "biar! biarkan saja pohon ini hidup dan akan membawa petaka, petaka untukku asalkan jangan kau potong pohon ini" warga yanag kesal berkata "baiklah kau punya waktu 1 hari untuk membuktikan bahwa pohon itu layak untuk hidup!"

Lato sangat bingung, rasa buah itu pahit tetapi ia yakin buah itu pati bermanfaat, tiba-tiba istrinya berteriak
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" lalu Lato menuju dapur "ada apa?" "aku tidak sengaja menumpahkan gula ini saat aku mencoba memasak buah itu, membuat itu seperti aku membuat sup cream tetapi aku malah menumpahkan gula, bukan garam" "biar aku coba" saaat Lato mencoba dan rasanya ternyata sangat enak akhirnya ia memberi tahu warga dan warga sangat menyukainya dan pohon itu dinamai Coklat karena yang menemukan bernama Suklato

Pesan : semua yang baru bukan berarti negatif tetapi bagaimana cara kita membuatnya positif
NB : cerita ini hanya fiksi dan buatan Linda

FAKTA COKLAT

COKLAT OOH.... COKLAT
ini beberapa fakta coklat yang perlu kamu tau!
  1.   Coklat digunakan sebagai mata uang oleh penduduk Aztec dan Maya. Biji kakao dulu sangat berharga bagi suku Maya, sampai-sampai mereka menggunakannya sebagai mata uang. Sepuluh biji kakao bisa membeli seekor kelinci, bahkan seorang pelacur. Sedangkan seratus biji kakao bisa untuk membeli seorang budak, dimana saat itu perbudakan masih diperbolehkan. Saat penduduk Aztec datang, mereka mengadopsi tradisi ini dan menggunakan biji kakao sebagai mata uang.
  2. Coklat tidak menimbulkan jerawat. Penyebab jerawat adalah hormon bukan karena makanan. Penelitian sekitar 30 tahun yang lalu mengungkapkan bahwa makan cokelat tidak ada hubungannya dengan munculnya jerawat.
  3. Membuat daya ingat lebih kuat dibanding dengan orang yang tidak mengkonsumsi coklat. Coklat dapat membuat aliran darah ke otak menjadi lebih lancar. Sehingga dapat membantu meningkatkan kinerja otak.
  4. Kata dasar coklat berasal dari kata di dalam bahasa suku Aztec “xocolatl” yang artinya air pahit.
  5. Coklat batas pertama yang tercatat oleh sejarah diproduksi oleh perusahaan Cadbury di Inggris pada tahun 1841.
  6. Coklat tidak akan membuat gemuk, karena tidak ada makanan yang mengakibatkan kegemukan apabila dikonsumsi dengan wajar dan tidak berlebihan
Sekian Info
Sumber :
 - coklat-dach.blogspot.com/.../fakta-unik-dan-menarik-tentang-coklat.htm.
- topbagus.com › KesehatanTips

 

The Black Forest

Siapa sih yang gak kenal Black Forest? roti Coklat berselimut Coklat, hmmm yumiii...
memang ngga asing lagi buat kita buat makan The Black Forest tapi banyak yang nggak tau nih cara mbuatnya, memang kayak gimana sih ngebuatnya? lets try it at home






Bahan yang diperlukan :
  • 100 gram tepung terigu, diayak dulu
  • 1 sendok makan maizena, diayak dulu
  • 3 sendok makan cokelat bubuk, diayak dulu
  • 8 buah kuning telur
  • 5 buah putih telur
  • 150 gram gula pasir
  • 25 cc mentega cair
  • 25 cc rhum (boleh pakai, boleh tidak)
  • 200 gram whipped cream bubuk
  • 400 cc susu cair dingin
  • 1 kg black cherry
  • 200 gram cooking chocolate
Cara membuat Black Forest lembut :
  1. - Pertama Kocoklah telur dan gula sampai kental.
  2. - Masukkan campuran tepung dan cokelat lalu aduk aduk sampai rata.
  3. - Masukkan mentega cair sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga halus.
  4. - Tuang ke loyang bulat 20 cm yang sudah diolesi margarin dan ditaburi tepung.
  5. - Kemudian Panggang di oven dengan panas 180 Celcius selama 45 menit / sampai matang, angkat, dinginkan .
  6. - Belah dua cake dan perciki tiap permukaan dengan rhum
  7. - Kocok whipped cream dengan susu dingin hingga membentuk krim, oleskan pada belahan kue, beri black cherry, tangkupkan kembali.
  8. - Oleskan juga pada seluruh permukaan kue lalu hias.
  9. - Parut Cooking chocolate, dinginkan di lemari es 15 menit, taburkan pada kue, hias dengan buah cherry.
  10. - Terakhir Dinginkan dalam lemari es, supaya whipped cream tidak meleleh. selesai 
Selamat mencoba..
Sumber : resep4.blogspot.com/2013/06/resep-black-forest-lembut.html

Sabtu, 22 Februari 2014

SEJARAH COKLAT

Cokelat dihasilkan dari kakao (Theobroma cacao) yang diperkirakan mula-mula tumbuh di daerah Amazon utara sampai ke Amerika Tengah. Mungkin sampai ke Chiapas, bagian paling selatan Meksiko. Orang-orang Olmec memanfaatkan pohon dan, mungkin juga, membuat “cokelat” di sepanjang pantai teluk di selatan Meksiko. Dokumentasi paling awal tentang cokelat ditemukan pada penggunaannya di sebuah situs pengolahan cokelat di Puerto Escondido, Honduras sekitar 1100 -1400 tahun SM [2]. Residu yang diperoleh dari tangki-tangki pengolahan ini mengindikasikan bahwa awalnya penggunaan kakao tidak diperuntukkan untuk membuat minuman saja, namun selput putih yang terdapat pada biji kokoa lebih condong digunakan sebagai sumber gula untuk minuman beralkohol.

Residu cokelat yang ditemukan pada tembikar yang digunakan oleh suku Maya kuno di Río Azul, Guatemala Utara, menunjukkan bahwa Suku Maya meminum cokelat di sekitar tahun 400 SM. Peradaban pertama yang mendiami daerah Meso-Amerika itu mengenal pohon “kakawa” yang buahnya dikonsumsi sebagai minuman xocolātl yang berarti minuman pahit. Menurut mereka, minuman ini perlu dikonsumsi setiap hari, entah untuk alasan apa. Namun, tampaknya cokelat juga menjadi simbol kemakmuran.

Cara menyajikannya pun tak sembarangan. Dengan memegang wadah cairan ini setinggi dada dan menuangkan ke wadah lain di tanah, penyaji yang ahli dapat membuat busa tebal, bagian yang membuat minuman itu begitu bernilai. Busa ini sebenarnya dihasilkan oleh lemak kokoa (cocoa butter) namun kadang-kadang ditambahkan juga busa tambahan. Orang Meso-Amerika tampaknya memiliki kebiasaan penting minum dan makan bubur yang mengandung cokelat.

Biji dari pohon kakao ini sendiri sangat pahit dan harus difermentasi agar rasanya dapat diperolah. Setelah dipanggang dan dibubukkan hasilnya adalah cokelat atau kokoa. Diperkirakan kebiasaan minum cokelat suku Maya dimulai sekitar tahun 450 SM - 500 SM. Konon, konsumsi cokelat dianggap sebagai simbol status penting pada masa itu. Suku Maya mengonsumsi cokelat dalam bentuk cairan berbuih ditaburi lada merah, vanila, atau rempah-rempah lain. Minuman Xocoatl juga dipercaya sebagai pencegah lelah, sebuah kepercayaan yang mungkin disebabkan dari kandungan theobromin di dalamnya.

Ketika peradaban Maya klasik runtuh (sekitar tahun 900) dan digantikan oleh bangsa Toltec, biji kokoa menjadi komoditas utama Meso-Amerika. Pada masa Kerajaan Aztec berkuasa (sampai sekitar tahun 1500 SM) daerah yang meliputi Kota Meksiko saat ini dikenal sebagai daerah Meso-Amerika yang paling kaya akan biji kokoa. Bagi suku Aztec biji kokoa merupakan “makanan para dewa” (theobroma, dari bahasa Yunani). Biasanya biji kokoa digunakan dalam upacara-upacara keagamaan dan sebagai hadiah.

Cokelat juga menjadi barang mewah pada masa Kolombia-Meso Amerika, dalam kebudayaan mereka yaitu suku Maya, Toltec, dan Aztec biji kakao (cacao bean) sering digunakan sebagai mata uang [3]. Sebagai contoh suku Indian Aztec menggunakan sistem perhitungan dimana satu ayam turki seharga seratus biji kokoa dan satu buah alpukat seharga tiga biji kokoa [4]

Sementara tahun 1544 M, delegasi Maya Kekchi dari Guatemala yang mengunjungi istana Spanyol membawa hadiah, di antaranya minuman cokelat.

Di awal abad ke-17, cokelat menjadi minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Sepanjang abad itu, cokelat menyebar di antara kaum elit Eropa, kemudian lewat proses yang demokratis harganya menjadi cukup murah, dan pada akhir abad itu menjadi minuman yang dinikmati oleh kelas pedagang. Kira-kira 100 tahun setelah kedatangannya di Eropa, begitu terkenalnya cokelat di London, sampai didirikan “rumah cokelat” untuk menyimpan persediaan cokelat, dimulai di rumah-rumah kopi. Rumah cokelat pertama dibuka pada 1657. Dan resep es coklat pertama diketahui berasal dari Inggris pada tahun 1668.[5]

Pada tahun 1689 seorang dokter dan kolektor bernama Hans Sloane, mengembangkan sejenis minuman susu cokelat di Jamaika dan awalnya diminum oleh suku apothekari, namun minuman ini kemudian dijual oleh Cadbury bersaudara [6].

Semua cokelat Eropa awalnya dikonsumsi sebagai minuman. Baru pada 1847 ditemukan cokelat padat. Orang Eropa membuang hampir semua rempah-rempah yang ditambahkan oleh orang Meso-Amerika, tetapi sering mempertahankan vanila. Juga mengganti banyak bumbu sehingga sesuai dengan selera mereka sendiri mulai dari resep khusus yang memerlukan ambergris, zat warna keunguan berlilin yang diambil dari dalam usus ikan paus, hingga bahan lebih umum seperti kayu manis atau cengkeh. Namun, yang paling sering ditambahkan adalah gula. Sebaliknya, cokelat Meso-Amerika tampaknya tidak dibuat manis.

Cokelat Eropa awalnya diramu dengan cara yang sama dengan yang digunakan suku Maya dan Aztec. Bahkan sampai sekarang, cara Meso-Amerika kuno masih dipertahankan, tetapi di dalam mesin industri. Biji kokoa masih sedikit difermentasikan, dikeringkan, dipanggang, dan digiling. Namun, serangkaian teknik lebih rumit pun dimainkan. Bubuk cokelat diemulsikan dengan karbonasi kalium atau natrium agar lebih mudah bercampur dengan air (dutched, metode emulsifikasi yang ditemukan orang Belanda), lemaknya dikurangi dengan membuang banyak lemak kokoa (defatted), digiling sebagai cairan dalam gentong khusus (conched), atau dicampur dengan susu sehingga menjadi cokelat susu (milk chocolate).

Sumber : Wikipedia bahasa indonesia

 

Design By:
free templates blogger