Dahulu kala, di sebuah perkebunan, ada sebuah biji yang tergeletak di tanah, tiba-tiba biji itu bercahaya dan bergoncang hebat, beberapa detik setelah bergoncang bagian bawah biji tumbuh serabut akar, diikuti dengan batang dan juga daun, tumbuhlah menjadi pohon, yang terus-terus meninggi, membesar, dan berdaun lebat (NB: pohon ini lebih tinggi dan besar dari pohon toge)
Kebun yang dimiliki oleh seorang pekebun (sebut saja: Suklato, biasa disebut : Lato) kini ditumbuhi oleh spesies tanaman baru, saat Lato menelusuri kebun mangganya Lato kaget bukan main, bagaimana tidak? diantara pohon-pohon mangga yang lain, ada pohon mangga yang kecil dan pendek, daunya pun beda, Lato berfikir, apakah pohon ini kurang pupuk? tetapi tidak mungkin, karena ia rutin, akh dari pada harus pusing berfikir, lebih baik ia beri pupuk lagi saja dan akhirnya pohon itu berbuah tetapi buahnya berbeda, ia sangat bingung apa itu? istrinya pun ikut berfikir keras, lalu mereka menunggu sampai buah pohon itu terjatuh, warga desa itu pun geger dengan penemuan pohon itu.
tiba saat yang dinanti-nanti akhirnya buah itu jatuh, kepala desa yang pertama mencicipinya,
" WHUEKKKKK!!!!! rasanya pahit!!! saya yakin buah ini pasti membawa petaka, karena ia tumbuh dengan aneh dan raasa buahnya pun pahit walaupun sudah matang (jatuh)" lalu warga berebut ingin memotong pohon itu tapi Lato berkata "biar! biarkan saja pohon ini hidup dan akan membawa petaka, petaka untukku asalkan jangan kau potong pohon ini" warga yanag kesal berkata "baiklah kau punya waktu 1 hari untuk membuktikan bahwa pohon itu layak untuk hidup!"
Lato sangat bingung, rasa buah itu pahit tetapi ia yakin buah itu pati bermanfaat, tiba-tiba istrinya berteriak
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" lalu Lato menuju dapur "ada apa?" "aku tidak sengaja menumpahkan gula ini saat aku mencoba memasak buah itu, membuat itu seperti aku membuat sup cream tetapi aku malah menumpahkan gula, bukan garam" "biar aku coba" saaat Lato mencoba dan rasanya ternyata sangat enak akhirnya ia memberi tahu warga dan warga sangat menyukainya dan pohon itu dinamai Coklat karena yang menemukan bernama Suklato
Pesan : semua yang baru bukan berarti negatif tetapi bagaimana cara kita membuatnya positif
NB : cerita ini hanya fiksi dan buatan Linda
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar